Friday, November 1, 2013

*bisikan 'Dia'

“Luka” itu KAU TAK TAHU . .

Jariku meniti keyboard tatkala hatiku berbunga rindu padamu…
Hatiku berbisik rindu padamu tatkala lagu “AkuPencintamu” bermain di telingaku..
Mindaku melayang khayalkan dirimu tatkala potretmu kutatap di segenap ruang kamarku..
Lalu semua itu memanggil aku untuk merenungsejenak masa silam tatkala aku bersamamu..

KASiH…..
“katamu aku tidak merinduimu”
“katamu aku tidak menyintaimu”
“katamu aku tidak mempedulikanmu”
“katamu aku tidak menyayangimu”
“katamu aku tidak mengingatimu”

Namun kau tidak pernah tahu di balik “hari-hari”dalam HiDUPku….

Hari-Hari..

Seandainya kau tahu, dalam hati ini hanya tercatat namamu yang tidak pernah dapatku PADAM. Setiap HARi Sepintas laman “MUKA BUKU” dibuka, hanya laman “MUKA BUKU” milikmu yang pertama kutatap..Hatiku pilu tatkala hariku yang panjang berlalu seandainya tiada masa untuk aku menyelak  “MUKA BUKU” milikmu. Meskipun dirimu tidak kuhubungi, namun potretmu masih tetap kutatap, kerana tidak mungkin kubiarkan walaupun sesaat ingatanku padamu pudar.
Semua itu kerana “AKU MERiNDUiMu” TAPi “KAU TAK TAHU”


Seandainya kau tahu, TiDAK sesaat dalam doaku ketika menghadap-NYA YANG ESA melupai dirimu.. Setiap saat hatiku sentiasa merinduimu. Namunbibirku takut untuk menyatakan CiNTA kerana rasa takut menyelubungi di segenap ruang jiwaku dan hatiku tidak sanggup lagi untuk menanggung rasa kehilanganmu. Meskipun LUKA lalu menghantuiku, tetapi Hatiku masih sukar menghakis dakapan rinduku padamu. Cintaku tidak dapat berganti kerana semuanya telah aku LEBURKAN dengan kesetiaanku terhadapmu. Dengan cinta itulah, hari-hariku mampu bernafas dalam kedamaian.
Semua itu kerana “AKU MENYiNTAiMu” TAPi “KAU TAK TAHU”


Seandainya kau tahu, hatiku sakit, jiwaku menangis, dan tanganku mengesat air mataku tatkala cemburu merantai jiwaku setiap kali mendengar lafazmu pada dia meskipun gelarannya “TEMAN”. Kekadang aku tertanya, jika aku di hatimu, mengapa dia yang sering menjadi sebutan?? Mungkin dia lebih bermakna dariku tanpa kau sedari. Sesungguhnya, Bibirku masih mampu tersenyum, namun hatiku meraung “Mengapa Perlu ada rasa sakit itu jika dirimu Tidak Tahu dan peduli rasaku itu.”

Namun aku hanya menyepi membawa diri. Menyepi ditemani hujan yang turun menenangkan jiwaku. Melihat angin dan ribut yang membadai sekelilingku, lantas meragut laju. Tetapi entah mengapa, sungguhpun ribut datang membadai namun dirimu dan manis kata di bibirmu itu tidak diragut sekalibersama janji-janjimu itu dari MiNDAKu sedangkan hatiku sakit di kala itu tatkala mengenangkanmu dan aku masih dibiarkan mengharungi semua rasa itu bersama sekeping hatiku yang rapuh serta rakus dengan kejujuran dan ketulusan cintaku. Entah mengapa aku merasa ini yang harus aku terima setelah diriku setia mengharap sekian lama.

AKU HANYA MAMPU melerai apa yang terkusut setelah berbagai bayangan aku gambarkan tetapi dirimu masih lagi tidak mengerti . AKU HANYA MAMPUmenyembunyi di balik bayangan diri meskipun ku tahu ku terjerat sendiri dan menyimpul segalanya menjadi rapi demi menjaga HATiMU. Aku rela mengalah selalu jika itu pilihan yang aku punya, kerana Dia lebih membahagiakanmu dari aku.
Semua itu kerana “AKU PEDULi PADAMu” TAPi “KAU TAK TAHU”


Seandainya kau tahu, SEJAK DETiK aku mengenalimu, kau telah membuka pintu kamar di hatiku yang kupanggil CiNTA. Cintaku yang suatu tika dulu pernah terhampar telah bersinar kembali setelah aku menemui sinar kasihku yang dulu. Sungguh dirimu begitu PANDAi mencuri hatiku dengan kejujuran dan tingkah lakumu lantas memberikanku keyakinan untuk menoktahkan MENDUNG yang telah berlalu.

Sesungguhnya aku tidak pernah lupa semua kenangan yang lalu. Mungkin katamu aku pernah memusnahkan impianmu dulu atas kesalahanku yang lalu. Namun Maafkan aku, bukan itu niatku berbuat begitu. SEBENARNYA, dirimu selalu kurindu dan tidak mungkin ku melupakan dirimu kerana walaupun sudah lama berlalu namun hatiku masih tetap setia padamu. Padaku, di mana-mana kau berada, aku sentiasa merasa dirimu bersamaku. Buatku, kenangan memori kita akan selalu bersamaku. Meskipun kau jauh di hatiku namun kausentiasa dekat di hatiku.
Semua itu kerana “AKU MENYAYANGiMU” TAPi “KAU TAK TAHU”


Seandainya kau tahu, Kenangan manis sewaktu aku bersamamu suatu ketika dulu sentiasa terpahat di hatiku. Namun takdir yang berlaku di masa lalu memaksa aku untuk pasrah dalam cinta yang merupakan kenangan terindah sepanjang hidupku.Aku pernah terbaca kata-kata puisi ini sewaktu dahulu.. :

Hidup tak selalunya indah tapi yang indah itu tetap hidup dalam kenangan.

Puisi ini mengingatkan diriku padamu, lalu kerana itu aku memilih untuk membiarkan yang indah itu sebagai kenangan terindah HiDUPku. Lantas aku pasrah dengan takdir cintaku di bumi ini yang terpisah jauh.
Setiap hari aku mendongak langit, membayangkan langit yang sama aku lihat menemani Hari-HariMu,mentari yang serupa menerangi dirimu dan diriku serta dipeluk oleh malam yang gelita menghampiri diriku dan dirimu. Lantas, Tatkala itu hatiku meronta-ronta untuk bertentang mata denganmu, tetapi diriku masih dibayangi ketakutan kekecewaan yang lalu.

Takutku tenggelam di saat aku merenung jauh ke pantai yang seolah-olah mendengar rintihan hatiku. Lalu, kubiarkan ombak duka itu terus setia menghempas pantai dan aku akan tetap di sini menanti hadirnya keajaiban memujuk hatiku yang pilu, Meskipun kekadang hatiku berlari membawa diri meninggalkan panggilan sunyi darimu yang sayup-sayup di kejauhan itu. Aku sedar hatiku GERUNdipukul rindu, DADAKU ini sesak memikirkan SAKiT HATiku yang seolah menjerat diriku sendiri.

DAN
Seandainya kau tahu,

“Hatiku sentiasa terkelu tatkala akuberbicara soal hati di hadapan lappy kesayangan aku ini.. hatiku hanya merindukata2 rindu yang ku kumpul darimu… notacintamu buat aku seolah-olahmenghidupkan dunia fantasi aku setelah sekian lama aku menyepi di sudut rindu.. aku begitu merindukan detik indah aku bersamamu. Setiap pesanan ringkasmu yangtertera di telefon pintarku sentiasa mencuripandangan aku tiap kali aku membacanya…”
Semua itu kerana “AKU MENGiNGATiMU” TAPi “KAU TAK TAHU”

LOVE U  A b a N G . . . . .


Maafkanlah diriku seandainya hatimu terluka dengan“Nukilanku..”





COPYPASTEBY:ELISYAELYANA


No comments:

Post a Comment